Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menegaskan komitmennya mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal melalui pengembangan industri hilirisasi kelapa terpadu. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kolaka Utara dalam forum Indonesia Agricultural Investment Summit 2026 di Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jl. Letjen S. Parman Kav 28, Jakarta Barat, Jakarta.
Dalam paparannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Kolaka Utara memiliki potensi besar sebagai kawasan pengembangan industri kelapa. Selain dikenal sebagai daerah pertambangan, Kolaka Utara juga merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa di Sulawesi Tenggara yang menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga.

Pemerintah daerah mencatat luas perkebunan kelapa terus mengalami peningkatan. Dari sekitar 3.516 hektare pada 2021 dengan produksi 3.808 ton, meningkat menjadi sekitar 3.906 hektare pada 2025 atau naik 9,9 persen. Sementara produksinya mencapai 4.545 ton atau meningkat 16,2 persen.
Menurut Wakil Bupati, kelapa merupakan komoditas zero waste karena seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi tinggi. Daging kelapa dapat diolah menjadi minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan, tepung kelapa, desiccated coconut, hingga coconut chips.
Air kelapa dapat dimanfaatkan menjadi minuman kesehatan, nata de coco, dan cuka kelapa. Tempurung kelapa diolah menjadi arang berkualitas dan karbon aktif, sedangkan sabut kelapa menghasilkan cocopeat, cocofiber, dan cocomesh yang permintaannya tinggi di pasar internasional.
Bahkan batang, daun, dan lidi kelapa juga dapat menjadi bahan baku konstruksi, mebel, dan kerajinan.
“Satu pohon kelapa mampu menghasilkan puluhan bahkan ratusan produk bernilai ekonomi tinggi apabila didukung industri pengolahan yang modern,” ujar Wakil Bupati.
Ia menegaskan visi Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bukan lagi sekadar menjadi daerah penghasil bahan baku, tetapi berkembang menjadi pusat pengolahan dan industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan para investor.
Kolaka Utara juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan investasi, di antaranya ketersediaan bahan baku melimpah, dukungan penuh pemerintah daerah terhadap investasi produktif dan berkelanjutan, ketersediaan tenaga kerja lokal, peluang pengembangan kawasan industri berbasis komoditas unggulan, serta akses pasar domestik dan ekspor yang terus berkembang.
Wakil Bupati mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah.
“Jangan sampai potensi besar yang kita miliki hanya menjadi komoditas mentah tanpa memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masyarakat. Mari kita bangun industri modern yang berpihak kepada petani dan menghadirkan kesejahteraan, pemerataan, serta keberlanjutan,” tegasnya.
Kepada para investor, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara membuka peluang kemitraan seluas-luasnya. Pemerintah siap menjadi mitra yang aktif, responsif, dan solutif dalam setiap tahapan investasi. Termasuk memfasilitasi kebutuhan lahan pembangunan pabrik pengolahan kelapa, menjamin ketersediaan bahan baku dari daerah penyangga seperti Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana, serta mendorong peningkatan produksi melalui program perluasan dan peremajaan kebun.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap forum Indonesia Agricultural Investment Summit 2026 menjadi awal lahirnya kerja sama konkret yang mampu menghadirkan industri hilirisasi kelapa terpadu sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(NRW/DN)


Comment