Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Gelaran Kolaka Utara Industry Trade and Investment Forum (KUITF) 2026 di Surabaya mendapat sambutan positif dari dunia usaha. Wakil Ketua Umum OKK Kadin Kolaka Utara, Ari Saputra, S.Ak., menilai forum investasi tersebut sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam membuka akses pasar dan mempercepat hilirisasi komoditas unggulan.
Menurut Ari Saputra, kehadiran investor nasional dan internasional di forum ini menjadi sinyal bahwa Kolaka Utara mulai diperhitungkan sebagai calon pusat agroindustri baru di Sulawesi Tenggara. Fokus pada komoditas kakao dan kelapa dinilai tepat, mengingat potensi lahan dan produksi yang sudah dimiliki daerah. Langkah ini juga dinilai strategis untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor industri pengolahan.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Pemerintah sudah menyiapkan kawasan industri, konektivitas, hingga energi. Tugas dunia usaha sekarang adalah memastikan investasi ini masuk dan dikelola dengan baik agar manfaatnya sampai ke masyarakat sekaligus berkontribusi pada peningkatan PAD,” ujar Ari Saputra.
Kadin Kolaka Utara menegaskan kesiapan untuk menjadi jembatan antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha lokal. Peran itu mencakup fasilitasi kemitraan, pengawalan proses hilirisasi, hingga memastikan keterlibatan UMKM agar rantai ekonomi daerah bergerak secara inklusif.

Data yang dipaparkan Pemkab Kolut dalam forum menunjukkan potensi kuat untuk dikembangkan. Kolaka Utara memiliki 79.290 hektare lahan kakao rakyat dengan produksi 65.000 ton pada 2024. Sementara komoditas kelapa dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, dan produk turunan lainnya. Optimalisasi sektor ini diharapkan mampu menjadi sumber baru peningkatan PAD daerah.
Ari Saputra menambahkan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya bergantung pada investasi, tetapi juga pada konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor. Kadin Kolut berkomitmen mendukung penuh agar setiap rencana kerja sama yang lahir dari KUITF 2026 dapat dikawal hingga tahap eksekusi.
Dengan momentum ini, Kolaka Utara diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menjadikan hilirisasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(NRW/DN)


Comment