SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opini
Home / Opini / MEMBACA KOLAKA UTARA DARI SUDUT YANG BERBEDA

MEMBACA KOLAKA UTARA DARI SUDUT YANG BERBEDA

Oleh: Adrian Perdana Kusuma

Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Kolaka Utara adalah ruang sosial yang dinamis. Di dalamnya, berbagai proses ekonomi, politik, kebudayaan, pembangunan, dan perubahan sosial berlangsung secara simultan. Transformasi itu tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling berkelindan, membentuk pola baru dalam relasi antara negara, masyarakat, pasar, lingkungan, dan generasi muda.

Selama ini, kita cenderung membaca kemajuan daerah dari satu sudut yang paling kasat mata: pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Jalan mulus, gedung megah, dan angka pertumbuhan sering kali dianggap sebagai satu-satunya penanda keberhasilan. Padahal, dalam perspektif pembangunan kontemporer, cara pandang semacam itu terlalu reduktif.

Pembangunan bukanlah sekadar soal beton dan statistik. Ia adalah proses multidimensional. Ia mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses terhadap layanan dasar, penguatan institusi yang melayani, partisipasi aktif masyarakat, keberlanjutan ekologis, jaminan keamanan sosial, serta terciptanya kesempatan yang adil bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa kecuali.

Karena itu, membaca Kolaka Utara hari ini membutuhkan sudut pandang yang berbeda. Pendekatan yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga multidisipliner dan berbasis bukti.

Kita perlu melihat Kolaka Utara bukan hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ekosistem. Di mana petani, nelayan, ASN, pelaku UMKM, pelajar, pemuda, dan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan arah pembangunan. Di mana pembangunan di pesisir sama urgensinya dengan pembangunan di pegunungan. Di mana data bukan sekadar angka, melainkan cermin untuk mengambil keputusan yang lebih adil.

Dari sudut yang berbeda, Kolaka Utara bukan hanya tentang seberapa cepat kita membangun, tetapi seberapa dalam pembangunan itu dirasakan. Bukan hanya tentang seberapa besar anggaran yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar dampak yang dihasilkan bagi warga paling rentan.

Pada akhirnya, kemajuan Kolaka Utara tidak akan ditentukan oleh satu aktor, satu program, atau satu periode kepemimpinan. Ia akan ditentukan oleh kemampuan kita semua untuk membaca realitas secara jujur, berpikir secara kritis, dan bekerja secara kolaboratif.

Membaca Kolaka Utara dari sudut yang berbeda berarti berani keluar dari cara pandang lama, dan mulai membangun narasi baru: pembangunan yang manusiawi, berkeadilan, dan berkelanjutan.

(NRW/DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement