SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah
Home / Daerah / Kolaka Utara Jadi Percontohan Nasional Entas Kemiskinan Ekstrem dan Tekan Stunting

Kolaka Utara Jadi Percontohan Nasional Entas Kemiskinan Ekstrem dan Tekan Stunting

Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Kolaka Utara mencatat prestasi ganda di tingkat nasional. Daerah berjuluk Bumi Patowonua itu berhasil menghapus status sebagai kabupaten dengan kemiskinan ekstrem tertinggi sekaligus menekan angka stunting secara signifikan.

Atas capaian tersebut, Kementerian Dalam Negeri mengusulkan Kolaka Utara menerima penghargaan tahun 2026. Kolaka Utara juga ditunjuk menjadi daerah percontohan bagi pemerintah daerah lain dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting.

Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, mengatakan penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi prioritas sejak awal kepemimpinan. Ia langsung menggerakkan intervensi lintas sektor secara terukur.

“Untuk kemiskinan ekstrem, kami rutin turun menyalurkan bantuan. Mulai rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, pembangunan jamban dan air bersih, pemberian jaminan kesehatan, sembako, beasiswa bagi keluarga kurang mampu, hingga penyaluran bibit dan pupuk,” jelas Nur Rahman.

Selain bantuan langsung, Pemkab Kolut memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di antaranya melalui pelatihan UMKM, pembukaan akses kerja, serta pemberian peralatan dan modal usaha. Infrastruktur di kantong kemiskinan juga dibenahi, mulai dari perbaikan jalan, jembatan, irigasi, hingga rehabilitasi sarana pendidikan dan kesehatan.

DEMO DI KANTOR PT. KASMAR TIAR RAYA, ALIANSI LELEWAWO SOROTI KESELAMATAN JALAN DAN PESISIR

Untuk penurunan stunting, Pemkab meluncurkan sejumlah inovasi. Program Sedekah Genting menyasar balita stunting dari keluarga kurang mampu dengan bantuan susu formula, makanan tambahan, dan perlengkapan balita. Ada juga Banting Pasukan, yakni terapi komplementer untuk memperbaiki sistem pencernaan dan meningkatkan nafsu makan balita.

“Kami juga punya inovasi Mobil Stunting atau mobilisasi balita stunting. Program ini menghadirkan layanan pemeriksaan langsung bersama dokter spesialis anak dan penyakit penyerta,” tambah Bupati dua periode itu.

Kepala Bappeda Kolaka Utara, Ismail Mustafa, menyebut angka kemiskinan ekstrem turun dari 2,1 persen pada 2024 menjadi 1,2 persen pada 2025. Tahun ini ditargetkan turun lagi hingga nol persen. Angka stunting juga terus menunjukkan tren penurunan.

“Kami telah menerima surat dari Kemendagri nomor 400.5.3/2792/Bangda. Surat itu berisi usulan pemberian apresiasi terhadap Pemkab Kolut atas kinerja baik dalam pengentasan kemiskinan ekstrem serta pencegahan dan penurunan stunting tahun 2025,” ujar Ismail.

Terkait usulan penghargaan tersebut, Pemkab Kolut telah melakukan verifikasi dan validasi penilaian kinerja daerah melalui zoom meeting dengan Kemendagri. “Kita tunggu saja prosesnya,” pungkas Ismail.

TINJAU JALUR LISDES, KOMISI III DPRD KOLAKA UTARA DENGAR LANGSUNG ASPIRASI WARGA DESA TOBELA

(NRW/DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement