SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah
Home / Daerah / DUKUNG TARGET 17.533 HEKTARE SULTRA, KOLAKA UTARA TERAPKAN GERAKAN TANAM PMAAS DI PUNDOHO

DUKUNG TARGET 17.533 HEKTARE SULTRA, KOLAKA UTARA TERAPKAN GERAKAN TANAM PMAAS DI PUNDOHO

Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Gerakan tanam padi melalui program Pertanian Modern – Advanced Agriculture system (PMAAS) mulai diterapkan di Kabupaten Kolaka Utara. Kegiatan berlangsung di areal persawahan Desa Pundoho, Kecamatan Pakue Utara, Sabtu (3/10/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung target perluasan tanam Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 17.533 hektare.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kolaka Utara H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., Wakil Ketua DPRD Muhammad Syair, S.Sos., Ketua Komisi II DPRD Busra, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nusba Nuhung, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kamal Mustafa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Patehuddin, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara Kamri Alwi, penyuluh serta para petani.

PMAAS merupakan pendekatan peningkatan produksi padi melalui penerapan sistem pertanian modern. Pola tanamnya disertai pengaturan kebutuhan benih, pupuk, air dan pengelolaan tanaman sesuai kondisi hamparan.

Penerapannya juga diarahkan pada penanaman yang lebih padat dan dilakukan secara serentak dalam satu hamparan. Dengan pola tersebut, pengelolaan lahan dan tanaman diharapkan lebih mudah, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pertanian seperti penyemprotan menggunakan drone.

WABUP KOLUT TURUN TEMUI ANDI UPE DI WATUMOTAHA, SIAPKAN HUNTARA HINGGA UPAYAKAN HUNTAP

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka Utara Nusba Nuhung mengatakan, PMAAS merupakan program peningkatan produksi padi melalui pertanian modern yang kini mulai diuji coba di Desa Pundoho.

“Program peningkatan produksi padi melalui pertanian modern. Intinya program PMAAS. Yang kita ketahui melalui berbagai informasi, program ini bisa mencapai sampai 12 ton. Alhamdulillah pada hari ini kita laksanakan sebagai uji coba di Desa Pundoho. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan buat petani kita,” kata Nusba.

Ia menjelaskan, luas baku sawah Kolaka Utara mencapai 1.482,11 hektare. Sementara usulan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) mencapai 1.323,86 hektare.

Dari luas tersebut, sekitar 1.000 hektare masih produktif, sedangkan 400 hingga 500 hektare belum produktif secara optimal.

SINERGI PEMKAB DAN TNI, SEKDA KOLUT TINJAU PERSIAPAN PEMBUKAAN JALAN PITULUA-RANTELIMBONG

Khusus Kecamatan Pakue Utara, hamparan sawah mencapai sekitar 170 hektare yang tersebar di lima desa, yakni Pundoho, Amoi, Teposua, Mateliono dan Pakue. Dari luasan tersebut, 135 hektare merupakan sawah irigasi dan 35 hektare sawah tadah hujan. Sementara hamparan di Desa Pundoho yang menjadi lokasi gerakan tanam mencapai sekitar 50 hektare.

Nusba juga menyampaikan persoalan kebutuhan benih. Tahun ini Kolaka Utara mendapatkan benih padi untuk areal sekitar 900 hektare dengan alokasi 25 kilogram per hektare. Sementara kebutuhan benih dalam penerapan PMAAS dapat mencapai sekitar 100 kilogram per hektare.

“Kalau kita menggunakan program PMAAS ini, kita masih kurang sampai 75 kilogram. Karena dalam satu hektare estimasi dari teman-teman PPL itu menggunakan satu kuintal, sedangkan bantuan dari kementerian hanya 25 kilogram,” jelasnya.

Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara Kamri Alwi menjelaskan, dukungan pemerintah dalam penerapan PMAAS meliputi benih, pupuk hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.

TERKENDALA HUTAN LINDUNG DAN PEGUNUNGAN, PEMKAB KOLUT PERJUANGKAN LISTRIK UNTUK 3 DESA TERTINGGAL

Ia mengatakan, benih yang disiapkan untuk PMAAS sebanyak 70 kilogram per hektare dan saat ini sedang menjalani proses uji mutu sebelum disalurkan kepada petani.

“Untuk PMAAS itu benihnya 70 kilo per hektare. Jadi teman-teman petani nanti akan mendapatkan 70 kilo. Benihnya sudah ada, lagi menunggu uji mutu,” jelas Kamri.

Menurutnya, pola PMAAS membutuhkan dukungan pemupukan yang disesuaikan dengan kepadatan tanaman, termasuk pupuk subsidi dengan dosis yang disesuaikan.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan air. Lahan tidak harus terus-menerus direndam, melainkan dijaga dalam kondisi yang sesuai agar akar tanaman berkembang kuat.

Kamri mendorong agar penanaman dilakukan serentak dalam satu hamparan sehingga pengelolaan dapat dilakukan bersama-sama dan membuka peluang penggunaan teknologi pertanian, termasuk drone.

“Memang kami berharap hamparan ini seperti ini, jadi tanahnya tanam serentak supaya satu kali penanaman,” katanya.

Dari sisi produktivitas, Kamri menyampaikan hasil uji coba PMAAS di Kolaka Timur yang diperkirakan mencapai sekitar 11 ton per hektare berdasarkan ubinan, meski belum dirilis resmi oleh BPS. Untuk Pundoho, ia menilai kondisi tanah dan air cukup mendukung.

“Tadi saya sudah keliling-keliling lihat kualitas kondisi airnya, lihat keadaan tanahnya. Kalau ini, saya yakin dan percaya bisa sampai 10 ton,” ujarnya.

Selain benih dan pupuk, dukungan pestisida untuk PMAAS sedang dalam proses pengadaan. Program tersebut juga mendapat dukungan silika dan dolomit.

Terkait alat dan mesin pertanian, Kamri mengatakan BRMP memiliki tugas melakukan verifikasi terhadap usulan bantuan alsintan di Sulawesi Tenggara. Ia meminta pemerintah daerah dan penyuluh melakukan pengusulan sesuai mekanisme dan memastikan alsintan yang telah diterima dimanfaatkan secara optimal.

Kamri juga menekankan pentingnya data poligon lahan untuk mendukung pengusulan berbagai program pertanian.

Sekretaris Daerah Kolaka Utara H. Muhammad Idrus mengatakan, berbagai peluang program yang disampaikan BRMP perlu segera ditindaklanjuti.

“Potensi pertanian dan perkebunan masih sangat besar. Tentu kolaborasi, sinergitas, termasuk tadi harapan dukungan ketika memang dibutuhkan ada pembiayaan atau dukungan anggaran yang sifatnya operasional, kami sebenarnya butuh informasi supaya bisa kita tindak lanjuti,” kata Idrus.

Idrus meminta dinas teknis dan penyuluh aktif menghubungkan kebutuhan petani dengan program pemerintah pusat sehingga berbagai peluang dukungan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Intinya, kami senang melihat kegiatan ini bisa berjalan di tengah kondisi alam kita atau hampir menyeluruh kondisi kemarau yang masih berkepanjangan ini kita bisa melaksanakan kegiatan penanaman padi ini,” ujarnya.

Gerakan tanam PMAAS di Pundoho menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi padi di Kolaka Utara sekaligus mendukung pencapaian target perluasan tanam Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 17.533 hektare.

(NRW/DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement