Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap junior dengan aksi comeback sensasional di Moto3 Grand Prix Catalunya 2026. Membela Honda Team Asia, Veda finis di posisi 8 setelah memulai balapan dari posisi 20 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu 17 Mei 2026.

Veda Ega Pratama #9 Honda Team Asia melaju kencang saat balapan Moto3 Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Balapan kelas Moto3 berlangsung ketat sejak lampu start padam. Veda yang start dari baris ketujuh langsung menunjukkan agresivitas di tikungan pertama. Hanya dalam beberapa tikungan pembuka, pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu sudah naik delapan posisi ke urutan 12.
Meski sempat turun ke posisi 13 sebelum lap pertama selesai, ritme Veda tidak mengendur. Memasuki lap kedua, ia bertahan di posisi 13 sambil terlibat duel ketat dengan grup tengah. Momentum besar datang pada lap ketiga ketika Veda merangsek ke posisi 11, lalu menyalip Joel Esteban untuk naik ke posisi 10 pada lap keempat.
Kepercayaan diri Veda semakin terlihat di lap kelima. Ia hanya terpaut 0,733 detik dari Valentin Perrone yang berada di posisi sembilan. Saat yellow flag dikibarkan pada lap keenam akibat crash Nicola Carraro di tikungan 10, Veda langsung memanfaatkannya untuk menyalip Perrone dan naik ke posisi sembilan.
Target berikutnya adalah posisi delapan yang ditempati pembalap Malaysia Hakim Danish. Jarak keduanya terus menipis hingga hanya sekitar 0,7 detik pada lap ketujuh. Dengan konsistensi dan ketenangan, Veda akhirnya berhasil mengunci posisi delapan saat finis dengan selisih 0,984 detik dari pemenang.
Kemenangan balapan diraih pembalap Spanyol Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team dengan catatan waktu 32 menit 28,964 detik. Quiles berhasil meredam tekanan Alvaro Carpe dan David Munoz yang finis di posisi dua dan tiga.
Hasil di Catalunya menambah poin penting bagi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Sebelum balapan ini, ia sudah mengoleksi 42 poin setelah enam seri. Performa konsisten sejak awal musim membuat nama Veda semakin diperhitungkan di paddock Moto3.
Catatan comeback dari posisi 20 ke 8 ini melanjutkan tren positif Veda sebagai rookie. Sebelumnya di seri Le Mans, ia juga tampil impresif dengan finis keempat setelah start dari posisi tengah. Gaya balap late braking dan keberanian menyalip di tikungan sempit menjadi ciri khas yang membuat lawan mulai mewaspadainya.
Bagi Honda Team Asia, hasil ini menjadi modal berharga menjelang seri berikutnya. Tim asal Jepang tersebut menilai Veda mampu membaca balapan dengan baik dan menjaga ban hingga lap akhir, sesuatu yang jarang dilakukan pembalap rookie.
Veda sendiri menyebut kunci hasil positif di Catalunya adalah start agresif dan fokus menjaga ritme.
“Saya tahu start dari belakang itu sulit, jadi saya coba langsung naik sebanyak mungkin di lap awal. Setelah itu tinggal jaga jarak dan tunggu momentum,” ujarnya usai balapan.
Rangkaian hasil positif ini juga membuat atensi media Eropa terhadap pembalap Indonesia meningkat. Beberapa laporan menyebut performa Veda mulai dibandingkan dengan pembalap rookie legendaris seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez di awal karier mereka.
Dengan usia yang masih muda dan adaptasi cepat di lintasan Eropa, Veda diprediksi akan terus menjadi sorotan di sisa musim 2026. Balapan berikutnya akan menjadi ujian apakah ia bisa konsisten menembus 10 besar dan kembali membidik podium.
Bagi penggemar balap Indonesia, hasil di Catalunya menjadi bukti bahwa regenerasi pembalap nasional berjalan di jalur yang tepat. Veda tidak hanya membawa nama Honda Team Asia, tetapi juga membawa bendera Merah Putih bersaing di level tertinggi balap motor dunia kelas junior
(NRW/DN)


Comment