Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H. menegaskan komitmen transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan. Hal itu disampaikan dalam Kolaka Utara Industry, Trade & Investment Forum (KUITF) 2026 yang digelar di Surabaya, Senin (11/5/2026).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memaparkan strategi pengembangan agroindustri terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Kolaka Utara tidak lagi berfokus sebagai penghasil bahan mentah, melainkan diarahkan menjadi pusat industri pengolahan berbasis kakao dan kelapa yang berkelanjutan.
Kolaka Utara saat ini tercatat sebagai sentra kakao rakyat terbesar di Sulawesi Tenggara dengan luas lahan 79.290 Ha dan produksi mencapai 65.000 ton pada 2024. Sementara komoditas kelapa juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, arang tempurung, dan produk pangan olahan.
Untuk mendukung hilirisasi, Pemkab Kolaka Utara menawarkan peluang investasi pada sektor industri pengolahan atau cocoa processing. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Pemerintah daerah telah menyiapkan Kawasan Industri Tolala seluas 1.545 Ha dan Kawasan Industri Batu Putih 2.699 Ha sebagai lokasi pengembangan.

Dari sisi konektivitas, rencana pembangunan North Kolaka Airport dan pelabuhan peti kemas disiapkan guna menjamin kelancaran logistik ke pasar domestik maupun ekspor. Bupati Nur Rahman Umar juga menekankan jaminan kemudahan berusaha melalui kebijakan pro-hilirisasi, pemberian insentif, dan percepatan perizinan. Ketersediaan energi bersih turut didukung potensi PLTA sebesar 456,2 MW.
“Kolaka Utara terbuka untuk kolaborasi. Kami menyiapkan ekosistem investasi yang kondusif, infrastruktur yang memadai, dan kepastian berusaha. Hilirisasi kakao dan kelapa menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Nur Rahman Umar.
Melalui KUITF 2026, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengundang para pelaku usaha dan investor untuk bermitra dalam membangun agroindustri dari hulu ke hilir demi memperkuat daya saing daerah.
Sumber : Diskominfo kolut
(NRW/DN)


Comment