Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Aliansi Masyarakat (Amas) Kolaka Utara kembali menggelar aksi pemalangan di ruas jalan lintas milik PT Kasmar Tiar Raya, Sabtu (20/6/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes warga atas tidak adanya itikad baik dari pihak perusahaan terkait ganti rugi lahan warga yang terdampak aktivitas pertambangan.
Sejak pagi, massa Amas Kolut memblokade akses jalan hauling yang biasa dilintasi armada PT Kasmar. Akibat pemalangan tersebut, seluruh aktivitas pengangkutan material tambang perusahaan lumpuh total.

Aksi ini merupakan lanjutan dari serangkaian protes yang dilakukan warga. Amas menilai PT Kasmar tidak serius menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan yang sudah berlarut-larut. Padahal, dampak aktivitas tambang seperti debu, kerusakan lahan, dan terputusnya akses warga sudah dirasakan sejak lama.
Salah satu perwakilan Amas Kolut, Dandi, menegaskan bahwa pemalangan ini dilakukan karena perusahaan dinilai abai terhadap tuntutan warga.
“Kami kembali turun melakukan pemalangan karena tidak adanya itikad baik dari Kasmar tentang ganti rugi lahan warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Kasmar,” ungkap Dandi di lokasi aksi, Sabtu (20/6/2026).
Dandi menambahkan, warga sudah beberapa kali menempuh jalur audiensi dan RDP di DPRD Kolut, namun hingga kini belum ada kejelasan pembayaran ganti rugi.
“Perusahaan hanya janji-janji. Sementara lahan warga sudah tidak bisa digarap, tanaman rusak, tapi kompensasi tidak ada. Kalau tidak dipalang, mereka tidak akan dengar,” tegasnya.
Amas Kolut menyatakan akan membuka palang jika pihak PT Kasmar menunjukkan itikad baik dengan duduk bersama warga dan menyepakati skema pembayaran ganti rugi yang jelas. Mereka mendesak Pemda Kolut dan DPRD untuk ikut menekan perusahaan agar tidak lepas tanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT Kasmar Tiar Raya terkait aksi pemalangan tersebut. Amas Kolut mengancam akan melakukan aksi dengan massa lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada respons dari perusahaan.
(NRW/DN)


Comment