Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Kabupaten Kolaka Utara terpilih mewakili Sulawesi Tenggara dalam Gerakan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao Nasional, Rabu 3/6/2026. Titik pusat kegiatan berada di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua dan terhubung daring langsung dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Kegiatan dihadiri Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nurrahman Umar, M.H., anggota DPRD, serta pimpinan OPD terkait. Gerakan tanam ini menindaklanjuti Surat Kementerian Pertanian Nomor B-799/TU.010/E/06/2026 tentang Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan.
Program hilirisasi kakao masuk dalam Asta Cita Presiden RI 2024-2029. Tujuannya mendorong swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi melalui peningkatan nilai tambah komoditas, pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan ekspor.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara Kamal Mustafa menyebut Kolaka Utara jadi daerah prioritas pengembangan kakao nasional dengan target 8.200 hektare di 15 kecamatan.
“CPCL sudah selesai 2025. Saat ini pembibitan sudah berjalan, selanjutnya sambung pucuk. Penanaman direncanakan mulai Agustus 2026 dan ditarget tuntas akhir tahun,” ujar Kamal.
Ia menjelaskan lokasi pembibitan dikelola pihak ketiga tidak hanya di Kolaka Utara, tapi juga Kolaka Timur dan Konawe Selatan. Bibit itu untuk mendukung peremajaan dan pengembangan kakao di wilayah sasaran.
Program ini didukung anggaran Rp110,98 miliar dari Belanja Tambahan Kementerian Pertanian 2026. Dana dialokasikan untuk perluasan dan peremajaan tanaman kakao di Kolaka Utara.
“Ini intervensi terbesar untuk sektor perkebunan Kolaka Utara. Kami harap semua pihak kawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan langsung dirasakan petani,” kata Kamal.
Selain kakao, Kolaka Utara juga dapat dukungan komoditas lain. Kelapa dalam dapat anggaran Rp16,97 miliar dan pala Rp1,97 miliar dari Kementerian Pertanian.
Pemda berharap hilirisasi kakao tak hanya naikkan produktivitas, tapi juga lahirkan industri pengolahan di daerah. Dengan begitu nilai ekonomi bisa langsung dinikmati petani dan masyarakat Kolaka Utara.
(NRW/DN)


Comment