Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Ketua Aliansi Masyarakat (Amas) Kolaka Utara, Ifan Isyunandi, mengaku kecewa dengan sikap pihak PT Kasmar Tiar Raya yang dinilai tidak menghargai warga terdampak tambang. Hal itu disampaikan kepada DestinasiNews.id usai mendampingi pihak perusahaan melakukan pengecekan lokasi lahan warga yang terdampak aktivitas pertambangan, Minggu (21/6/2026).
Menurut Ifan Isyunandi, setelah meninjau lokasi, pihak PT Kasmar langsung melakukan pengecekan kelengkapan berkas milik masyarakat. Namun, saat warga menanyakan kepastian waktu pembayaran ganti rugi, pihak perusahaan tidak bisa memberikan jawaban tegas.
“Hanya saja masyarakat bertanya mengenai kepastiannya setelah berkas dicek. Tapi mereka tidak kasih kepastian. Selalu mereka hanya sampaikan ‘sementara kami urus’. Sedangkan masyarakat hanya meminta waktu kepastiannya. Tapi mereka tidak kasih, lalu mereka langsung pergi,” ungkap Ifan Isyunandi kepada DestinasiNews.id.
Sikap pihak perusahaan yang langsung meninggalkan lokasi tanpa memberi kejelasan waktu itu memicu kekecewaan warga. Ifan menilai PT Kasmar tidak menghargai masyarakat yang sudah meluangkan waktu dan berharap ada solusi konkret.
“Makanya terjadi cekcok antara saya dengan pihak Kasmar . Karena saya anggap mereka tidak menghargai masyarakat. Masyarakat sementara cerita dan minta kepastiannya tapi mereka langsung pergi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Ifan Isyunandi juga menyayangkan tudingan yang dilontarkan pihak PT Kasmar. Ia menyebut perwakilan perusahaan menuduh Amas bergerak karena kepentingan pribadi.
“Sampai dia tuduh kami ini bergerak karena kepentingan pribadi. Makanya saya suruh buktikan tuduhan itu dan mereka tidak bisa buktikan, dan mereka pergi,” tambahnya.
Amas Kolut menegaskan akan terus mengawal persoalan ganti rugi lahan warga terdampak PT Kasmar hingga ada kepastian. Mereka mendesak perusahaan untuk tidak lagi mengulur waktu dan segera menyampaikan jadwal pembayaran yang jelas kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Kasmar Tiar Raya belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
(NRW/DN)


Comment