SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah
Home / Daerah / Jemput Bola ke Surabaya, Kolaka Utara Tawarkan Hilirisasi Kakao-Kelapa ke Investor Global

Jemput Bola ke Surabaya, Kolaka Utara Tawarkan Hilirisasi Kakao-Kelapa ke Investor Global

Surabaya, DestinasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus mengakselerasi agenda industrialisasi daerah melalui kegiatan Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Visit yang digelar di Kota Surabaya pada 15–16 April 2026.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., didampingi Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kolaka Utara, Andi Haerul Rijal,S.Sos. Kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan fasilitasi EDC Forum bersama  knowledge partner  Tenggara Strategics.

Surabaya dipilih sebagai lokasi strategis karena menjadi pusat berbagai kantor perwakilan konsulat jenderal dan trade and investment office untuk wilayah Indonesia Timur, sehingga membuka akses langsung kepada jejaring investor internasional.

 

Hari Kedua Roadshow di Surabaya, Kolaka Utara Perkuat Diplomasi Ekonomi dengan Amerika Serikat

Fokus Hilirisasi dan Undangan Investasi

Dalam rangkaian pertemuan, Bupati Nur Rahman menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mengajak pelaku usaha dan investor dari negara-negara sahabat menjalin kerja sama konkret. Fokus utama yang diusung adalah pengembangan hilirisasi agribisnis, khususnya pembangunan industri pengolahan kakao. Produk turunan yang ditargetkan meliputi cocoa powder, cocoa liquor, serta cocoa butter/mash.

Selain kakao, Kolaka Utara juga menawarkan potensi hilirisasi komoditas unggulan lain seperti kelapa, cengkeh, minyak atsiri, dan gula aren. Di luar sektor agribisnis, peluang investasi juga terbuka di sektor pariwisata, perikanan, hingga pertambangan.

Pertemuan dengan Austrade, TETO, Jerman, dan Belanda

Wabup Jumarding Pacu 63 Desa Sulap Perpustakaan Jadi Pusat Inovasi di Era Digital

Pertemuan awal dilakukan dengan perwakilan Australian Trade and Investment Commission (Austrade) dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia. Aris Pratama, Senior Business Development Manager Austrade Surabaya, memaparkan sejumlah sektor potensial kerja sama, termasuk pengembangan industri berbasis sumber daya alam, peningkatan kapasitas industri, serta dukungan investasi dan teknologi.

Sementara itu, Sekretaris TETO Bertram Liu menjelaskan peran TETO sebagai jembatan kerja sama ekonomi Indonesia–Taiwan, berfokus pada fasilitasi perdagangan, investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri, terutama manufaktur, agribisnis modern, dan pengolahan hasil pertanian.

Agenda dilanjutkan dengan Mike Neuber, Managing Director sekaligus Advisor pada pusat ekonomi dan budaya Jerman di Surabaya yang terafiliasi dengan EKONID. Mike Neuber menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan antara Pemkab Kolaka Utara dengan pelaku industri asal Jerman, khususnya sektor pengolahan turunan kelapa. Peluang kerja sama meliputi transfer teknologi pengolahan, peningkatan standar kualitas produk, hingga akses pasar ekspor ke Eropa.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan kunjungan ke Netherlands Business Support Office (NBSO) Indonesia. Bupati bersama jajaran berdiskusi dengan Chief Representative Mario Lauw dan Deputy Representative Andika Saragih. Diskusi terfokus pada potensi besar perkebunan kakao Kolaka Utara yang mencapai sekitar 75.000 hektare, namun baru sekitar 25.000 hektare yang dikelola optimal. Melihat kebutuhan industri kakao Eropa yang tinggi, NBSO Indonesia membuka peluang menjembatani kemitraan dengan pelaku industri cokelat Belanda, khususnya pengembangan industri hilir kakao.

Menuju Coffee Morning dan Penjajakan LOI

Genjot Kinerja OPD, Sekda Pimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Kolaka Utara Triwulan I 2026 Baru Capai 12%

Kegiatan roadshow ini menjadi pre-event menuju Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Coffee Morning yang akan digelar pada 11 Mei 2026 di Surabaya.

Bupati Nur Rahman menyampaikan bahwa pertemuan awal ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk komunikasi yang lebih intensif dengan para mitra internasional.

“Ketika koneksi sudah terbangun, kami berharap dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret. Melalui dukungan kantor konsulat dan trade office, kami juga berharap para pelaku usaha dari negara sahabat dapat hadir dan menjajaki kerja sama langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkab Kolaka Utara menargetkan adanya penandatanganan Letter of Intent (LoI) di berbagai sektor strategis sebagai langkah awal menuju realisasi investasi.

Dengan pendekatan proaktif ini, Kolaka Utara menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap bertransformasi dari penghasil bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(NRW/DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement